- Arena indoor: Lebar 10 meter, panjang 12 meter, dengan tinggi ruangan minimal 5 meter.
- Arena outdoor: Fleksibel, dengan garis servis berjarak 2 meter dari ujung meja dan lebar 1,5 meter.
- Bola: Menggunakan bola sepak standar profesional dengan lingkar 68–70 cm dan berat 410–450 gram.
- Meja teqball: Panjang 3 meter, lebar 1,70 meter (termasuk jaring), dan tinggi 0,9 meter. Meja harus tahan suhu ekstrem (-40 hingga 65 derajat Celcius) serta memiliki warna yang kontras dengan lantai dan bola.
- Jaring: Lebar 1,7 meter, tebal 20 mm, dan tinggi 140 mm dari permukaan meja, dipasang permanen.
Perkembangan Global dan Indonesia
Secara internasional, teqball berada di bawah naungan Federation Internationale de Teqball (FITEQ), yang terus mendorong pengakuan olahraga ini di tingkat global hingga Olimpiade.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif dengan pengakuan resmi dari Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada Agustus 2018, Asosiasi Komite Olimpiade Nasional Afrika (ANOCA) pada Juni 2019, serta Organisasi Federasi Olahraga Oseania (OSFO) pada Maret 2020.
Pada November 2020, FITEQ juga resmi menjadi anggota penuh Asosiasi Global Federasi Olahraga Internasional (GAISF).
Hingga kini, teqball telah dimainkan oleh sekitar 5.000 atlet di lebih dari 100 negara, dengan 141 federasi nasional, lebih dari 2.000 klub, serta 2.000 lebih wasit bersertifikat.
Kejuaraan dunia teqball telah digelar sebanyak empat kali sejak 2017 hingga 2022, menjadi bukti konsistensi dan perkembangan olahraga ini di level elite.