Truestorysport – Petinju Amerika Serikat tampil dominan untuk merebut gelar juara dunia kelas welter (66,6 kg) versi setelah mengalahkan kompatriotnya, Mario Barrios, dalam duel di T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu WIB.

Garcia memastikan kemenangan lewat keputusan bulat para juri dengan skor telak 119-108, 120-107, dan 118-109. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri kiprah Barrios sebagai pemegang sabuk juara dunia kelas welter World Boxing Council (WBC).

Dominasi Sejak Detik Awal

belum genap berjalan 30 detik ketika “King Ry” langsung menunjukkan kelasnya. Dua pukulan kanan keras mendarat bersih dan membuat Barrios terjatuh ke kanvas. Meski mampu bangkit sebelum hitungan terakhir , Barrios terlihat kesulitan mengimbangi dan akurasi lawannya.

Sepanjang ronde-ronde awal, Garcia konsisten menekan dengan pukulan tangan kanan bertenaga, dipadukan serangan ke tubuh serta kombinasi cepat. Barrios yang berupaya memperpendek jarak dan bertarung di jarak dekat justru keluar dari tekanan.

Pertahanan tinggi yang diterapkan Barrios pun tak sepenuhnya efektif. Pukulan Garcia tetap menembus celah, bahkan beberapa kali mengubah sudut serangan untuk menghantam bagian wajah sang juara .

Momentum di Ronde Kelima

Pada awal ronde kelima, Garcia kembali membuat Barrios goyah lewat pukulan kanan yang mengganggu keseimbangan tubuh lawannya. Sejak momen itu, kontrol pertarungan sepenuhnya berada di tangan Garcia.

Memasuki ronde kedelapan, tempo sempat melambat. Garcia lebih banyak mengandalkan jab untuk menjaga jarak, diselingi pukulan kiri keras dan kombinasi beruntun. Upaya Barrios untuk tampil lebih agresif justru membuka ruang bagi Garcia untuk melancarkan serangan balasan yang efektif.

Hingga ronde terakhir, perlawanan Barrios tak mampu mengubah jalannya laga. Para juri pun sepakat memberikan kemenangan mutlak kepada Garcia.

Catatan Rekor dan Status Baru

Kemenangan ini mengantar Garcia meraih status baru sebagai juara dunia kelas welter WBC. Mantan juara dunia interim kelas ringan WBC tersebut kini membukukan rekor 25 kemenangan ( KO) dan dua kekalahan.

Keberhasilan di Las Vegas menegaskan ambisi Garcia untuk kembali menjadi kekuatan utama di pentas dunia, sekaligus membuka peluang duel-duel besar lainnya di divisi welter dalam waktu dekat.