Palu, Truestorysport – Atlet karate Kota Palu, Rahmat R. Ghani, resmi bertolak menuju Bali untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional () Kejuaraan Asia Karate Federation (AKF) 2026. Keberangkatan atlet andalan Sulawesi Tengah tersebut diantar langsung oleh FORKI Kota Palu, Zulkarnaen M Umar, ke Bandara SIS Al Jufrie Palu, Rabu (10/6/2026) pagi.

Rahmat menjadi satu karateka yang mendapat kepercayaan memperkuat Indonesia pada ajang AKF 2026 setelah berhasil lolos seleksi nasional. Atlet yang sebelumnya meraih perak pada PB FORKI 2026 itu akan tampil di kelas senior -84 kilogram.

Ketua FORKI Kota Palu, Zulkarnaen M Umar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Rahmat dapat menembus Pelatnas dan berpeluang tampil di kejuaraan tingkat Asia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI Sulteng, Fathur Razak, bersama Wakil , Ibu Imelda Liliana Muhidin, atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada atlet kami,” ujar Zulkarnaen.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para , sensei, senpai, serta seluruh perguruan karate yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan hingga mengantarkan Rahmat masuk ke Pelatnas.

“Terima kasih kepada seluruh sensei, senpai, dan perguruan yang telah mendukung sejak tahap persiapan hingga akhirnya atlet kami berhasil lolos ke Pelatnas AKF di Bali,” katanya.

Menurut Zulkarnaen, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan berjenjang yang selama ini dijalankan FORKI Kota Palu. Ia berharap Rahmat mampu mempertahankan performa terbaiknya selama menjalani Pelatnas dan meraih prestasi membanggakan di level internasional.

“Semoga hasil yang telah dicapai bisa dipertahankan selama Pelatnas dan menjadi bekal untuk berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Pelatnas AKF 2026 dijadwalkan berlangsung di Bali pada 10 hingga 16 Juni 2026. Setelah itu, Rahmat akan memperkuat Tim Indonesia pada Kejuaraan Asia Karate Federation (AKF) yang digelar pada 18-21 Juni 2026.

Keikutsertaan Rahmat menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Palu dan Sulawesi Tengah, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet daerah mampu melahirkan karateka yang bersaing di tingkat Asia. (*)