Truestorysport – Petinju Amerika Serikat Ryan Garcia tampil dominan untuk merebut gelar dunia kelas welter (66,6 kg) versi WBC setelah mengalahkan kompatriotnya, , dalam di T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu WIB.

Garcia memastikan kemenangan lewat keputusan bulat para dengan telak 119-108, 120-107, dan 118-109. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri kiprah Barrios sebagai pemegang sabuk juara dunia kelas welter Council (WBC).

Dominasi Sejak Detik Awal

Pertarungan belum genap berjalan 30 detik ketika “King Ry” langsung menunjukkan kelasnya. Dua pukulan kanan keras mendarat bersih dan membuat Barrios terjatuh ke kanvas. Meski mampu bangkit sebelum hitungan terakhir , Barrios terlihat kesulitan mengimbangi kecepatan dan akurasi lawannya.

Sepanjang ronde-ronde awal, Garcia konsisten menekan dengan pukulan tangan kanan bertenaga, dipadukan serangan ke tubuh serta kombinasi cepat. Barrios yang berupaya memperpendek jarak dan bertarung di jarak dekat justru keluar dari tekanan.

Pertahanan tinggi yang diterapkan Barrios pun tak sepenuhnya efektif. Pukulan Garcia tetap menembus celah, bahkan beberapa kali mengubah sudut serangan untuk menghantam bagian wajah sang juara bertahan.

Momentum di Ronde Kelima

Pada awal ronde kelima, Garcia kembali membuat Barrios goyah lewat pukulan kanan yang mengganggu keseimbangan tubuh lawannya. Sejak momen itu, kontrol pertarungan sepenuhnya berada di tangan Garcia.

Memasuki ronde kedelapan, tempo sempat melambat. Garcia lebih banyak mengandalkan jab untuk menjaga jarak, diselingi pukulan kiri keras dan kombinasi beruntun. Upaya Barrios untuk tampil lebih agresif justru membuka ruang bagi Garcia untuk melancarkan serangan balasan yang efektif.

Hingga ronde terakhir, perlawanan Barrios tak mampu mengubah jalannya . Para juri pun sepakat memberikan kemenangan mutlak kepada Garcia.

Catatan dan Status Baru

Kemenangan ini mengantar Garcia meraih status baru sebagai juara dunia kelas welter WBC. Mantan juara dunia interim kelas ringan WBC tersebut kini membukukan rekor profesional 25 kemenangan (20 KO) dan dua kekalahan.

Keberhasilan di Las Vegas menegaskan ambisi Garcia untuk kembali menjadi kekuatan utama di pentas tinju dunia, sekaligus membuka peluang duel-duel besar lainnya di divisi welter dalam waktu dekat.