Truestorysport – Laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 menyisakan cerita pahit bagi Semen Padang. Tak hanya menelan kekalahan telak, Kabau Sirah juga terseret dalam polemik serius terkait dugaan ujaran rasis dari perangkat pertandingan.
Bertanding di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa (24/2) malam WIB, Semen Padang takluk 0-4 dari Bhayangkara FC. Kekalahan tersebut membuat posisi tim asal Sumatera Barat semakin terpuruk di zona degradasi.
Saat ini, Semen Padang FC berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 16 poin. Dengan kompetisi yang kian mendekati akhir musim, tekanan untuk segera bangkit semakin besar.
Tuan rumah membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Moussa Sidibe pada menit ke-27. Situasi makin sulit bagi tim tamu setelah Boubakary Diarra diganjar kartu merah pada menit ke-35.
Bermain dengan 10 pemain, Semen Padang kesulitan mengimbangi intensitas serangan Bhayangkara FC. Tiga gol tambahan memastikan kemenangan telak 4-0 bagi tuan rumah, sekaligus mengangkat mereka ke posisi kelima klasemen dengan koleksi 35 poin.
Tuduhan Ujaran Rasis
Namun sorotan terbesar justru muncul setelah pertandingan berakhir. Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, melontarkan tudingan keras terhadap salah satu asisten wasit.
Andre mengklaim bahwa asisten wasit diduga melontarkan komentar bernada rasis kepada pemain Semen Padang, Firman Juliansyah (nomor punggung 15).
“Hakim garis yang memimpin Bhayangkara vs Semen Padang rasis. Yang bersangkutan menyebut pemain Semen Padang nomor 15 sebagai pemain tarkam dan pemain kampungan,” tulis Andre melalui akun media sosial pribadinya.
Pertandingan tersebut dipimpin wasit Erfan Efendi, dengan asisten wasit Jaka Prasetia dan Asri.
Ancaman Laporan Resmi
Andre menegaskan bahwa kekalahan merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Namun, menurutnya, perilaku yang dinilai tidak pantas dari perangkat pertandingan tidak bisa ditoleransi.
“Kalah menang itu biasa, tapi kelakuan hakim garis seperti ini luar biasa. Kami akan laporkan hakim garis ini secara resmi setelah pertandingan selesai,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari perangkat pertandingan maupun operator liga terkait tudingan tersebut.